Harininews.com – Pangkalpinang
Tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Parit Enam menjadi atensi bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang.
Dimana untuk timbunan sampah yang ada di TPA Parit Enam kurang lebih sekitar 100 ton perhari.
“Kalau perhitungan kita Ya,.itu ada kurang lebih 100 ton perhari, yang di angkut ke TPA Sampah Parit Enam Pangkalpinang dan mungkin, itu tertinggi yang di Babel,” kata Fahrizal Kepala Dinas Lingkungan Kota Pangkalpinang, ditemui saat gotong royong di Jalur Baru Kampak Kecamatan Gerunggang Pangkalpinang, Jumat (9/10/2026).
Menurut Fahrizal, TPA sampah Parit Enam ini menjadi atensi, bagaimana usia TPA ini agar lebih panjang.
Dikemukakan Fahrizal, bahwa untuk idealnya di tempat pembuangan akhir sampah itu residunya sekitar 30 persen.
Namun hal ini karena masih belum terpilah di sumber akarnya yaitu sampah dari rumah.
“Baru sedikit sampah rumah tangga yang dipilah-pilah,” ujarnya.
Fahrizal mengakui bahwa selama ini memang di TPA Parit Enam untuk tempat pemrosesan akhir, tidak ada tempat lain dan memang tidak boleh ada TPS-TPS liar.
“Yang memang mau kita galakkan sesuai program Pak Wali itu TPS 3R. Yang sekarang kan sudah berjalan di Selindung, ada dua sedang refit di BTN ini oleh Balai/PU, dan satu juga lagi dibangun sama Balai Kementerian PU,” jelasnya.
Harapan Fahrizal, dengan ada di empat tempat TPS 3R ini bisa mencegah sebelum sampai ke TPA.
“Jadi mulai dipilah, jadi di TPA pun tinggal residu. Jadi yang organiknya bisa jadi pupuk organik ataupun maggot.
Sedangkan yang an-organiknya, bila yang punya nilai jual itu bisa dijual, dan juga bisa dicacah segala macamnya,” kata Fahrizal.
Makanya kata Fahrizal, walikota agar lebih banyak TPS 3R. Apabila minimal bila kapasitas 10 ton kan 10, kalau 100 ton per hari ya. Tapi kalau yang kapasitas kecil mungkin bisa per kelurahan.
Lebihlanjut menurut Fahrizal, ada satu TPS 3R yang dikelola oleh kelompok swadaya masyarakat, dan itu bisa menjadi ekonomi sirkular.
“Dengan ada TPS 3R, maka neban TPA kita akan jauh berkurang, harapannya ya seperti itu dan kita bisa,” ujarnya.
Ditambahkan Fahrizal bahwa pola sekarang ini sampah dikumpul, angkut dan buang. Idealnya kumpul, pilah, angkut, baru dibuang sisanya.
“Tinggal yang pilah ini yang kita belum dilakukan dan belum maksimal. Artinya sudah mulai, sudah ada TPS 3R, sudah ada bank sampah,” jelas Fahrizal.
Dimana menurut Fahrizal, pemilahan itu. sesuai amanat Undang-Undang Nomor : 18 Tahun 2008.
Disisilain Fahrizal mengatakan bahwa tumpukan sampah masih terlihat di sekitar jalur jalan baru menuju ke Jerambah Gantung.
“Untuk hari Jumat 9/10/2026 kita lakukan gotong royong di jalur ini dan sampahnya agak lumayan. Sampah di sini terus bergeser, bila kita bersihkan nanti geser ke depan dan semakin ke depan,” kata Fahrizal.
Fahrizal berharap masyarakat tumbuh kesadaran untuk tidak membuang sampah di sekitar ruas jalan. Karena itu bukan tempat buang sampah.
“Sebaiknya dilaporkan ke RT setempat, dan untuk bisa berlangganan dengan mobil kelurahan. Kalau dilalui mobil kelurahan, kalau mobil Dinas Lingkungan Hidup /mobil kuning,” jelasnya.
Kalau ingin berlangganan silakan atau dapat juga melalui swadaya silakan.
‘Kita sudah menyiapkan juga bila memang nggak mau repot, kan bisa sambil ke pasar, ada kontainer di pasar,” ujar Fahrizal.(Gus)

